Cara Memilih KBLI PT Perorangan yang Tepat untuk Usaha


talita 54 minutes ago

Pelajari cara memilih KBLI PT Perorangan sesuai kegiatan bisnis, memeriksa kode usaha, memahami perizinan, dan menyesuaikannya melalui OSS.
Cara Memilih KBLI PT Perorangan yang Tepat untuk Usaha
Cara Memilih KBLI PT Perorangan yang Tepat untuk Usaha
Memilih kode KBLI merupakan salah satu langkah penting ketika mendirikan PT Perorangan. Kode ini digunakan untuk mengklasifikasikan kegiatan usaha dan menjadi acuan dalam proses perizinan berusaha. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara memilih KBLI PT Perorangan yang sesuai dengan aktivitas bisnis sebenarnya, bukan hanya berdasarkan nama usaha atau produk yang dijual. Dengan pemilihan yang tepat, kegiatan bisnis dapat tercatat secara lebih akurat dan persyaratan perizinannya dapat diperiksa sejak awal.
Mengenal KBLI dan Fungsinya bagi PT Perorangan

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah standar yang digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan karakteristik aktivitasnya. Dalam sistem perizinan berusaha, KBLI membantu pemerintah mengidentifikasi bidang usaha yang dijalankan oleh suatu perusahaan.

Bagi PT Perorangan, kode KBLI berperan dalam menjelaskan ruang lingkup kegiatan bisnis yang didaftarkan. Informasi tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan persyaratan perizinan sesuai dengan karakteristik dan tingkat risiko kegiatan usaha.

Perlu diketahui bahwa KBLI berbeda dari nama atau merek perusahaan. Nama perusahaan menunjukkan identitas badan usaha, sedangkan KBLI menjelaskan aktivitas ekonomi yang dijalankan.

Selain itu, pelaku usaha perlu memperhatikan pembaruan klasifikasi. Badan Pusat Statistik (BPS) telah menerbitkan KBLI 2025 sebagai pembaruan atas KBLI 2020. Sistem OSS juga menyediakan pencarian berdasarkan versi KBLI 2025. Oleh sebab itu, kode yang digunakan perlu diperiksa berdasarkan klasifikasi dan ketentuan yang berlaku ketika pendaftaran dilakukan.

Cara Memilih KBLI PT Perorangan

Pemilihan kode KBLI sebaiknya dilakukan secara bertahap agar sesuai dengan kegiatan usaha dan kebutuhan perizinannya.

1. Identifikasi Kegiatan Utama Usaha

Langkah pertama adalah menentukan aktivitas utama yang akan dijalankan oleh perusahaan. Jangan hanya berpatokan pada nama bisnis, karena nama yang sama dapat digunakan untuk kegiatan usaha yang berbeda.

Sebagai contoh, usaha yang berhubungan dengan pakaian dapat menjalankan aktivitas produksi, perdagangan eceran, perdagangan grosir, atau jasa desain. Setiap aktivitas tersebut dapat memiliki klasifikasi KBLI yang berbeda.

Untuk mempermudah proses identifikasi, jawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Produk atau jasa apa yang ditawarkan kepada pelanggan?

  • Apakah perusahaan memproduksi barang, menjual barang, atau menyediakan jasa?

  • Siapa target pelanggan perusahaan?

  • Bagaimana proses bisnis berlangsung, mulai dari produksi hingga penjualan?

Jawaban tersebut membantu memperjelas aktivitas ekonomi yang benar-benar dilakukan oleh perusahaan.

2. Cari dan Periksa Deskripsi Kode KBLI

Setelah mengetahui kegiatan utama, cari kode yang paling sesuai melalui menu pencarian KBLI di situs resmi OSS. Pencarian dapat dilakukan menggunakan kata kunci kegiatan usaha, judul klasifikasi, atau kode yang sudah diketahui.

Jangan langsung memilih kode hanya karena judulnya terdengar cocok. Baca uraian kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas perusahaan termasuk dalam cakupan klasifikasi tersebut.

Misalnya, perusahaan yang menyediakan jasa pembuatan perangkat lunak perlu membedakan aktivitas pengembangan perangkat lunak, konsultasi teknologi informasi, dan penjualan perangkat lunak. Ketiganya berkaitan dengan teknologi, tetapi ruang lingkup kegiatannya tidak selalu sama.

Jika terdapat beberapa kode yang terlihat serupa, bandingkan uraian dan batasan setiap klasifikasi sebelum menentukan pilihan.

3. Periksa Persyaratan dan Tingkat Risiko Usaha

Kode KBLI tidak hanya menjelaskan bidang usaha, tetapi juga berkaitan dengan persyaratan perizinan yang harus dipenuhi.

Dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko, persyaratan ditentukan berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha dan ketentuan yang berlaku. Secara umum, perizinan dapat berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Standar, atau izin sesuai dengan karakteristik kegiatan usahanya.

Setelah menemukan kode yang sesuai, periksa informasi perizinan pada OSS. Perhatikan pula persyaratan tambahan, standar usaha, serta ketentuan dari instansi terkait apabila kegiatan tersebut diatur secara khusus.

Jangan menganggap bahwa semua kode KBLI cukup menggunakan NIB saja. Kewajiban perizinan dapat berbeda meskipun kegiatan usaha terlihat mirip.

4. Sesuaikan Kode dengan Kegiatan Tambahan

PT Perorangan dapat mencantumkan lebih dari satu kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya, perusahaan tidak harus selalu menggunakan satu kode apabila memang menjalankan beberapa aktivitas bisnis yang berbeda.

Contohnya, sebuah perusahaan memproduksi makanan ringan sekaligus menjual produknya secara langsung kepada konsumen. Kegiatan produksi dan perdagangan perlu dianalisis berdasarkan uraian KBLI masing-masing untuk menentukan apakah diperlukan kode yang berbeda.

Namun, hindari menambahkan kode hanya untuk berjaga-jaga atau karena ingin memperluas usaha pada masa mendatang tanpa rencana yang jelas. Setiap kegiatan yang dicantumkan harus sesuai dengan rencana bisnis dan memperhatikan persyaratan yang berlaku.

Contoh Pemilihan KBLI Berdasarkan Jenis Usaha

Berikut beberapa contoh yang dapat membantu pelaku usaha menentukan KBLI sesuai dengan kegiatan bisnisnya.

1. Usaha Pakaian
Pelaku usaha perlu membedakan apakah bisnisnya bergerak di bidang produksi pakaian, perdagangan grosir, atau penjualan eceran. Setiap kegiatan tersebut dapat memiliki kode KBLI yang berbeda.

2. Bisnis Makanan Ringan
Jika perusahaan memproduksi makanan ringan sendiri, kode KBLI perlu disesuaikan dengan kegiatan produksi makanan. Sementara itu, jika perusahaan hanya menjual produk dari pemasok, klasifikasi perdagangan perlu diperiksa.

3. Jasa Pembuatan Website
Usaha pembuatan website perlu memperhatikan jenis layanan yang diberikan, seperti pengembangan perangkat lunak, pembuatan situs web, atau konsultasi teknologi informasi. Pemilihan kode harus didasarkan pada aktivitas utama perusahaan.

4. Toko Aksesori
Toko aksesori perlu menentukan apakah kegiatan usahanya berupa penjualan langsung kepada konsumen atau perdagangan grosir. Perbedaan tersebut perlu diperhatikan saat memilih kode KBLI.

5. Jasa Desain Grafis
Pelaku usaha jasa desain grafis perlu memastikan bahwa kode yang dipilih sesuai dengan layanan yang ditawarkan, misalnya pembuatan desain visual untuk kebutuhan bisnis, materi promosi, atau layanan kreatif lainnya.

Contoh tersebut merupakan gambaran awal dalam pemilihan klasifikasi bidang usaha. Untuk memastikan kode yang tepat, pelaku usaha perlu memeriksa uraian KBLI terbaru melalui OSS dan mencocokkannya dengan kegiatan bisnis yang dijalankan.



Kesalahan yang Perlu Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang dapat membuat pemilihan KBLI menjadi kurang tepat.

Pertama, memilih kode hanya berdasarkan nama usaha. Nama yang menarik belum tentu menjelaskan aktivitas bisnis secara akurat. Utamakan kegiatan yang benar-benar dilakukan.

Kedua, menggunakan kode yang sudah tidak sesuai dengan klasifikasi terbaru. Perubahan KBLI dapat memengaruhi kode, nama, atau uraian kegiatan usaha. Periksa versi klasifikasi yang digunakan dalam sistem resmi.

Ketiga, mengabaikan persyaratan perizinan. Kode yang sesuai belum tentu berarti seluruh kewajiban usaha sudah terpenuhi. Pelaku usaha tetap perlu memeriksa persyaratan berdasarkan tingkat risiko dan ruang lingkup kegiatan.

Keempat, mencantumkan kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana bisnis. Daftar KBLI sebaiknya menggambarkan aktivitas usaha secara realistis agar data perusahaan tetap konsisten dengan kegiatan operasionalnya.

Cara Mengecek dan Menyesuaikan KBLI melalui OSS

Untuk memeriksa kode yang akan digunakan, pelaku usaha dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Buka situs resmi Online Single Submission (OSS) di oss.go.id.

  2. Masuk ke menu pencarian KBLI dan pastikan klasifikasi yang ditampilkan sesuai dengan versi terbaru yang berlaku.

  3. Masukkan kata kunci kegiatan usaha atau kode KBLI yang ingin diperiksa.

  4. Baca uraian kegiatan, ruang lingkup, serta informasi perizinan yang tersedia.

  5. Bandingkan hasil pencarian dengan aktivitas bisnis perusahaan.

  6. Jika sudah sesuai, gunakan kode tersebut dalam proses pendaftaran atau penyesuaian data usaha sesuai prosedur yang berlaku.

Bagi perusahaan yang telah terdaftar menggunakan KBLI 2020, penerapan KBLI 2025 tidak otomatis berarti harus mengurus seluruh perizinan dari awal. Pemerintah telah menjelaskan bahwa penyesuaian kode dapat dilakukan secara otomatis melalui AHU dan OSS apabila tidak ada perubahan substansi kegiatan usaha. Jika terdapat perubahan kegiatan, maksud dan tujuan, atau ruang lingkup usaha, pelaku usaha perlu memeriksa prosedur penyesuaian yang berlaku.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak langsung mengubah kode hanya berdasarkan perbedaan nomor. Periksa terlebih dahulu hasil konversi dan pastikan uraian kegiatan tetap sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut atau konsultasi mengenai legalitas usaha, silakan kunjungi kantor kami di Jl. Sriwijaya No. 57A, Wonodri, Semarang. Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp di +62 819-0146-3500 untuk mendapatkan informasi dan pendampingan sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Mengenal KBLI dan Fungsinya bagi PT Perorangan

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah standar yang digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan karakteristik aktivitasnya. Dalam sistem perizinan berusaha, KBLI membantu pemerintah mengidentifikasi bidang usaha yang dijalankan oleh suatu perusahaan.

Bagi PT Perorangan, kode KBLI berperan dalam menjelaskan ruang lingkup kegiatan bisnis yang didaftarkan. Informasi tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan persyaratan perizinan sesuai dengan karakteristik dan tingkat risiko kegiatan usaha.

Perlu diketahui bahwa KBLI berbeda dari nama atau merek perusahaan. Nama perusahaan menunjukkan identitas badan usaha, sedangkan KBLI menjelaskan aktivitas ekonomi yang dijalankan.

Selain itu, pelaku usaha perlu memperhatikan pembaruan klasifikasi. Badan Pusat Statistik (BPS) telah menerbitkan KBLI 2025 sebagai pembaruan atas KBLI 2020. Sistem OSS juga menyediakan pencarian berdasarkan versi KBLI 2025. Oleh sebab itu, kode yang digunakan perlu diperiksa berdasarkan klasifikasi dan ketentuan yang berlaku ketika pendaftaran dilakukan.

Cara Memilih KBLI PT Perorangan

Pemilihan kode KBLI sebaiknya dilakukan secara bertahap agar sesuai dengan kegiatan usaha dan kebutuhan perizinannya.

1. Identifikasi Kegiatan Utama Usaha

Langkah pertama adalah menentukan aktivitas utama yang akan dijalankan oleh perusahaan. Jangan hanya berpatokan pada nama bisnis, karena nama yang sama dapat digunakan untuk kegiatan usaha yang berbeda.

Sebagai contoh, usaha yang berhubungan dengan pakaian dapat menjalankan aktivitas produksi, perdagangan eceran, perdagangan grosir, atau jasa desain. Setiap aktivitas tersebut dapat memiliki klasifikasi KBLI yang berbeda.

Untuk mempermudah proses identifikasi, jawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Produk atau jasa apa yang ditawarkan kepada pelanggan?

  • Apakah perusahaan memproduksi barang, menjual barang, atau menyediakan jasa?

  • Siapa target pelanggan perusahaan?

  • Bagaimana proses bisnis berlangsung, mulai dari produksi hingga penjualan?

Jawaban tersebut membantu memperjelas aktivitas ekonomi yang benar-benar dilakukan oleh perusahaan.

2. Cari dan Periksa Deskripsi Kode KBLI

Setelah mengetahui kegiatan utama, cari kode yang paling sesuai melalui menu pencarian KBLI di situs resmi OSS. Pencarian dapat dilakukan menggunakan kata kunci kegiatan usaha, judul klasifikasi, atau kode yang sudah diketahui.

Jangan langsung memilih kode hanya karena judulnya terdengar cocok. Baca uraian kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas perusahaan termasuk dalam cakupan klasifikasi tersebut.

Misalnya, perusahaan yang menyediakan jasa pembuatan perangkat lunak perlu membedakan aktivitas pengembangan perangkat lunak, konsultasi teknologi informasi, dan penjualan perangkat lunak. Ketiganya berkaitan dengan teknologi, tetapi ruang lingkup kegiatannya tidak selalu sama.

Jika terdapat beberapa kode yang terlihat serupa, bandingkan uraian dan batasan setiap klasifikasi sebelum menentukan pilihan.

3. Periksa Persyaratan dan Tingkat Risiko Usaha

Kode KBLI tidak hanya menjelaskan bidang usaha, tetapi juga berkaitan dengan persyaratan perizinan yang harus dipenuhi.

Dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko, persyaratan ditentukan berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha dan ketentuan yang berlaku. Secara umum, perizinan dapat berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Standar, atau izin sesuai dengan karakteristik kegiatan usahanya.

Setelah menemukan kode yang sesuai, periksa informasi perizinan pada OSS. Perhatikan pula persyaratan tambahan, standar usaha, serta ketentuan dari instansi terkait apabila kegiatan tersebut diatur secara khusus.

Jangan menganggap bahwa semua kode KBLI cukup menggunakan NIB saja. Kewajiban perizinan dapat berbeda meskipun kegiatan usaha terlihat mirip.

4. Sesuaikan Kode dengan Kegiatan Tambahan

PT Perorangan dapat mencantumkan lebih dari satu kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya, perusahaan tidak harus selalu menggunakan satu kode apabila memang menjalankan beberapa aktivitas bisnis yang berbeda.

Contohnya, sebuah perusahaan memproduksi makanan ringan sekaligus menjual produknya secara langsung kepada konsumen. Kegiatan produksi dan perdagangan perlu dianalisis berdasarkan uraian KBLI masing-masing untuk menentukan apakah diperlukan kode yang berbeda.

Namun, hindari menambahkan kode hanya untuk berjaga-jaga atau karena ingin memperluas usaha pada masa mendatang tanpa rencana yang jelas. Setiap kegiatan yang dicantumkan harus sesuai dengan rencana bisnis dan memperhatikan persyaratan yang berlaku.

Contoh Pemilihan KBLI Berdasarkan Jenis Usaha

Berikut beberapa contoh yang dapat membantu pelaku usaha menentukan KBLI sesuai dengan kegiatan bisnisnya.

1. Usaha Pakaian
Pelaku usaha perlu membedakan apakah bisnisnya bergerak di bidang produksi pakaian, perdagangan grosir, atau penjualan eceran. Setiap kegiatan tersebut dapat memiliki kode KBLI yang berbeda.

2. Bisnis Makanan Ringan
Jika perusahaan memproduksi makanan ringan sendiri, kode KBLI perlu disesuaikan dengan kegiatan produksi makanan. Sementara itu, jika perusahaan hanya menjual produk dari pemasok, klasifikasi perdagangan perlu diperiksa.

3. Jasa Pembuatan Website
Usaha pembuatan website perlu memperhatikan jenis layanan yang diberikan, seperti pengembangan perangkat lunak, pembuatan situs web, atau konsultasi teknologi informasi. Pemilihan kode harus didasarkan pada aktivitas utama perusahaan.

4. Toko Aksesori
Toko aksesori perlu menentukan apakah kegiatan usahanya berupa penjualan langsung kepada konsumen atau perdagangan grosir. Perbedaan tersebut perlu diperhatikan saat memilih kode KBLI.

5. Jasa Desain Grafis
Pelaku usaha jasa desain grafis perlu memastikan bahwa kode yang dipilih sesuai dengan layanan yang ditawarkan, misalnya pembuatan desain visual untuk kebutuhan bisnis, materi promosi, atau layanan kreatif lainnya.

Contoh tersebut merupakan gambaran awal dalam pemilihan klasifikasi bidang usaha. Untuk memastikan kode yang tepat, pelaku usaha perlu memeriksa uraian KBLI terbaru melalui OSS dan mencocokkannya dengan kegiatan bisnis yang dijalankan.



Kesalahan yang Perlu Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang dapat membuat pemilihan KBLI menjadi kurang tepat.

Pertama, memilih kode hanya berdasarkan nama usaha. Nama yang menarik belum tentu menjelaskan aktivitas bisnis secara akurat. Utamakan kegiatan yang benar-benar dilakukan.

Kedua, menggunakan kode yang sudah tidak sesuai dengan klasifikasi terbaru. Perubahan KBLI dapat memengaruhi kode, nama, atau uraian kegiatan usaha. Periksa versi klasifikasi yang digunakan dalam sistem resmi.

Ketiga, mengabaikan persyaratan perizinan. Kode yang sesuai belum tentu berarti seluruh kewajiban usaha sudah terpenuhi. Pelaku usaha tetap perlu memeriksa persyaratan berdasarkan tingkat risiko dan ruang lingkup kegiatan.

Keempat, mencantumkan kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana bisnis. Daftar KBLI sebaiknya menggambarkan aktivitas usaha secara realistis agar data perusahaan tetap konsisten dengan kegiatan operasionalnya.

Cara Mengecek dan Menyesuaikan KBLI melalui OSS

Untuk memeriksa kode yang akan digunakan, pelaku usaha dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Buka situs resmi Online Single Submission (OSS) di oss.go.id.

  2. Masuk ke menu pencarian KBLI dan pastikan klasifikasi yang ditampilkan sesuai dengan versi terbaru yang berlaku.

  3. Masukkan kata kunci kegiatan usaha atau kode KBLI yang ingin diperiksa.

  4. Baca uraian kegiatan, ruang lingkup, serta informasi perizinan yang tersedia.

  5. Bandingkan hasil pencarian dengan aktivitas bisnis perusahaan.

  6. Jika sudah sesuai, gunakan kode tersebut dalam proses pendaftaran atau penyesuaian data usaha sesuai prosedur yang berlaku.

Bagi perusahaan yang telah terdaftar menggunakan KBLI 2020, penerapan KBLI 2025 tidak otomatis berarti harus mengurus seluruh perizinan dari awal. Pemerintah telah menjelaskan bahwa penyesuaian kode dapat dilakukan secara otomatis melalui AHU dan OSS apabila tidak ada perubahan substansi kegiatan usaha. Jika terdapat perubahan kegiatan, maksud dan tujuan, atau ruang lingkup usaha, pelaku usaha perlu memeriksa prosedur penyesuaian yang berlaku.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak langsung mengubah kode hanya berdasarkan perbedaan nomor. Periksa terlebih dahulu hasil konversi dan pastikan uraian kegiatan tetap sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut atau konsultasi mengenai legalitas usaha, silakan kunjungi kantor kami di Jl. Sriwijaya No. 57A, Wonodri, Semarang. Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp di +62 819-0146-3500 untuk mendapatkan informasi dan pendampingan sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Read Also
Cara Verifikasi Sertifikat Standar OSS RBA dan Cek Statusnya
Cara Verifikasi Sertifikat Standar OSS RBA dan Cek Statusnya
Cara Verifikasi Sertifikat Standar ...

Aisyah Febryani

4 seconds ago

Syarat Pengurusan OSS: Dokumen dan Data yang Perlu Disiapkan
Syarat Pengurusan OSS: Dokumen dan Data yang Perlu Disiapkan
Jasa Pengurusan NIB OSS: Syarat, Proses, dan Manfaat
Jasa Pengurusan NIB OSS: Syarat, Proses, dan Manfaat
Jasa Pengurusan NIB OSS: Syarat, Pr ...

Aisyah Febryani

4 minutes ago

Pentingnya NIB untuk Bisnis: Fungsi, Manfaat, dan Cara Mengurusnya
Pentingnya NIB untuk Bisnis: Fungsi, Manfaat, dan Cara Mengurusnya
Jasa Pengurusan Sertifikat Standar OSS: Proses dan Persyaratan
Jasa Pengurusan Sertifikat Standar OSS: Proses dan Persyaratan
Jasa Pengurusan Sertifikat Standar ...

Aisyah Febryani

7 minutes ago

Need Consultation? Please Contact Us. We Are Ready to Help.

Social Media

Do you have any questions?